Mau Nonton Apa?

Minggu, 13 Juni 2021

Pengalaman Nonton di Bioskop Saat Pandemi

    Oke. Jadi ini adalah pengalaman pertama Saya (dan Adik) kembali menonton film di bioskop setelah sebelumnya film yang terakhir kali Saya tonton di bioskop adalah Ratu Ilmu Hitam, November 2019 kemarin. Saya bukan termasuk orang yang sering menonton di bioskop, hanya di momen-momen tertentu seperti libur lebaran, atau saat ada film menarik yang akan tayang (baca: film horor, thriller, pixar dan sejenisnya). Jadi bisa dibilang Saya bukan orang yang datang ke bioskop kemudian memilih mau menonton apa, bukan, tapi Saya sudah tahu film apa yang akan Saya tonton.

    Film yang ingin Saya tonton adalah A Quite Place Part 2, yang merupakan lanjutan dari film pertamanya dengan judul yang sama tentang monster yang sensitif dengan bebunyian. Film ini sudah keluar tanggal 26 Mei kemarin, sedangkan Adik Saya ingin menonton film The Conjuring 3: The Devil Made Me Do It yang keluar tanggal 2 Juni yang sayangnya merupakan tanggal merah jadi bisa dipastikan kalau harga tiketnya akan mahal. Jadi kami putuskan untuk menonton dua film pada tanggal 3 Juni nya.

    Perjalanan ke bioskop ditempuh dengan mengendarai motor kurang lebih lima belas menit atau kurang, itupun kami memilih untuk menonton di bioskop terdekat. Sampai di mal diperiksa suhu tubuh dan cuci tangan. Saat membeli tiket, kami menonton The Conjuring 3 baru lanjut ke A Quite Place 2. Suasana bioskopnya sepi, mungkin karena kami menonton saat siang hari. Awalnya hanya ada beberapa orang di teater 4, namun semakin ramai mungkin sekitar 20 an orang. Adik Saya beberapa kali mengatakan takut dasar lemah, padahal kami hanya dipisahkan oleh satu kursi.

    Setelah menonton The Conjuring, kami langsung ke toilet dan buru-buru masuk ke teater 3 di mana A Quite Place 2 tayang, tidak ada petugas yang mengecek tiket dan pintu dibiarkan terbuka, ternyata kami sudah telat beberapa menit sial, suasana di dalam tidak terlalu dingin entah apakah AC nya dinyalakan atau tidak, hanya ada lima orang termasuk kami yang menonton A Quice Place 2. Setelah filmnya selesai dan lampu teater dinyalakan, ternyata petugasnya terkejut mungkin karena mereka tidak menyangka ada yang menonton film di teater tersebut.

Jadi gimana kesimpulannya pengalaman menonton di bioskop saat pandemi?

Sedih, karena pengalaman menonton bioskop menurut Saya adalah reaksi dari menonton bersama-sama mau itu tertawa, nangis, bahkan ocehan yang sebenarnya mengganggu pun tetap seru-seru saja di dengar. Tapi tidak dipungkiri kalau pandemi ini, berdampak bagi semua pihak. Dan kalau menurut Saya pribadi, memaksakan diri tetap membuka bioskop saat ini justru lebih merugikan dari pada menutupnya sementara.

Karena satu, keterisian kursi bioskop tidak mencapai setengahnya; dua, biaya-biaya yang tetap harus dikeluarkan; tiga, dan yang paling utama Saya tidak yakin kalau protokol kesehatannya dijalankan dengan benar. Karena waktu untuk menonton film satu ke film lainnya hanya beberapa menit, yang mana tidak cukup untuk men-disinfektan teater satu ke teater lainnya. Dan penonton di dalam teater pun tidak taat prokes (memakai masker, tidak makan/minum) ya termasuk kami yang melakukannya.

Begitulah cerita tentang pengalaman menonton saat pandemi, mungkin nanti Saya akan mereview film-film yang sudah Saya sebutkan di atas (kalau tidak malas). Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar